Penyidikan Terhadap Dahlan Iskan Dilanjutkan Terkait Praperadilan Ditolak

 

gugatan Dahlan Iskan

JAKARTA ,14 Maret 2017-Jaksa Agung H.M. Prasetyo menyambut baik putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Penolakan tersebut menandakan bahwa penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Dahlan sudah sesuai aturan hukum. “Saya pikir cukup menggembirakan, bahwa saya dengar laporan tuntutan praperadilan Dahlan Iskan ditolak sepenuhnya,” kata Jaksa Agung, di Gedung Kejaksaan Agung, Selasa .

Hal senada juga diungkap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah. Ia mengatakan, penolakan PN Jakarta Selatan menandakan bahwa status Dahlan sebagai tersangka sah di mata hukum. “Selanjutnya kita lengkapi alat bukti dan saksi, yang akan dicari sesuai KUHAP,” ujar Jampidsus.

Selama proses praperadilan berjalan, kata Jampidsus, proses penyidikan sempat terhenti.  Jeda waktu itu dimanfaatkan para penyidik untuk mengevaluasi data yang dimiliki sebagai bukti. “Dengan ini berarti kami sudah bisa melangkah lagi melanjutkan penyidikan,” kata Jampidsus.

Kejaksaan Agung optimis telah mengantongi bukti kuat untuk menggiring Dahlan ke meja hijau. Bukti tersebut antara lain, putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Dasep Ahmadi terbukti bersama-sama Dahlan melakukan korupsi dalam pengadaan mobil listrik.

Dasep merupakan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama yang ditunjuk langsung oleh Dahlan sebagai penyedia 16 unit mobil listrik untuk konferensi APEC. Penunjukan langsung itu dinilai melanggar Kepres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. “Penunjukan itu jelas sangat subjektif. Kenapa tidak dilelang? ada banyak perusahaan yang bisa ikut lelang pengadaan mobil listrik,” kata Jampidsus.

Setelah ditunjuk langsung, ternyata perusahaan Dasep tidak membuat sesuai pesanan  melainkan hanya memodifikasi mobil lain dan mengganti mesinnya. Alhasil mobil hasil modifikasi itupun tidak berfungsi dengan baik. Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Dahlan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp17,1 miliar.

(ArS/Ti) MHI 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s