Menag Ajak Sarjana Muslim Suarakan Moderasi Islam

        Menag beri sambutan pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

SURABAYA ,19 Maret 2017- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak sarjana Muslim Indonesia untuk lebih lantang menyuarakan moderasi Islam. Menurutnya, moderasi menjadi kunci yang paling relevan dengan konteks keindonesiaan yang majemuk.

Menag menyoroti mayoritas kaum moderat yang masih lebih banyak diam. Menurutnya, suara yang lebih lantang dari para sarjana Muslim sangat diperlukan dalam mewujdukan Indonesia yang moderat dalam realitas keragaman.

“Untuk bisa menjadi moderat, kita harus lebih banyak menyuarakan suara moderasi,” terangnya saat memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu .

Menag mengakui bahwa orang-orang yang arif dan berwawasan luas memang cenderung tidak mudah kagetan dalam menghadapi perbedaan, bahkan se-ekstrim apapun. Mereka umumnya memiliki kemampuan untuk memahami dan memaklumi perbedaan yang ada, meski sikap itupun bukan berarti menerimanya.

Kemampuan memahami itu tidak jarang menjadikan mereka untuk cenderung diam. “Sekarang menurut saya tidak bisa lagi seperti itu. Kaum moderat di Republik ini harus speak up dan speak out, lebih banyak bersuara,” ujarnya.

“Saya sangat berharap perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UIN Sunan Ampel salah satunya, untuk bisa berdiri di garis terdepan dalam menyuarakan moderasi Islam,” tambahnya disambut tepuk tangan wisudawan.

Kalau saat ini tidak mulai lantang menyuarakan moderasi Islam, kata Menag, tidak ada yang bisa menjamin 5, 10, atau 100 tahun yang akan datang, bagaimana warna keberagamaan dan keberislaman di Indonesia. “Kita sudah punya contoh di beberapa negara lain, bagaimana sesama umat Islam dan sama-sama meneriakan takbir, tapi juga saling menumpahkan darah. Sesuatu yang tentu tidak diajarkan dalam Islam,” tuturnya.

Kepada para wisudawan UIN Surabaya, Menag berharap mereka dapat mencontoh dakwah Sunan Ampel yang sarat dengan hikmah. Sunan Ampel mengembangkan Islam di Indnensia dengan bijak sehingga mampu menjaga tradisi dan memberi ruh dari tradisi itu sehingga Islamisasi berjalan tanpa pertumpahan darah.

“Ini menjadi tanggungjawab kita semua. Harus kita jaga dan dikembangkan sesuai situasi dan kondisi yang mengitarinya,” pesannya.

(sandi/mkd) MHI 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s