Konsulat RI Tawau Bina Anak Pekerja Migran Indonesia Di Ladang Mensuli

TAWAU ,06 April 2017-Konsulat RI Tawau selenggarakan kegiatan pembinaan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) pada acara Perkemahan Pramuka, Survival Camp 2, Community Learning Centre (CLC) SMPT Borneo Samudra, bertempat di Ladang Mensuli, Lahad Datu ,Sabtu.

Kegiatan yang bertema, ”Bertaqwa, Mandiri dan Berprestasi” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kerja sama, memupuk rasa kebangsaan dan pengenalan alam kepada 135 orang anak PMI yang berasal dari empat Tempat Kegiatan Belajar (TKB) dan CLC SMPT Borneo Samudra yang berlokasi di ladang-ladang sekitar.

Cuaca yang terik tidak menghalangi peserta untuk mengikuti kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera Pramuka dimana Konsul RI Tawau bertindak sebagai Pembina Upacara. Usai upacara, acara diteruskan dengan kegiatan pembinaan oleh Konsulat RI Tawau yang diawali dengan pemberian sambutan dan pesan oleh Konsul RI Tawau, Krishna Djelani, dan dilanjutkan dengan Sesi Motivasi Belajar oleh Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (PF Pensosbud), Firma Agustina, serta Sesi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara oleh Indonesian International Liasion Officer Tentara Nasional Indonesia wilker Tawau, Ronaldo Konstantin.

Dalam sambutan pembukanya, Konsul RI sampaikan pesan kepada para peserta acara untuk menggunakan kesempatan Perkemahan Pramuka Survival Camp 2 sebagai wadah untuk menimba ilmu, mencari pengalaman, dan membina persahabatan. Kepada panitia kegiatan yang terdiri dari guru utusan Kemdikbud RI dan guru ladang, Konsul RI sampaikan apresiasi atas inisiatifnya selenggarakan kegiatan perkemahan Pramuka ini dan berpesan agar kegiatan Pramuka dapat terus ditingkatkan dan dilaksanakan khususnya untuk membina watak, disiplin dan rasa bela negara peserta.

Selanjutnya, untuk memberikan motivasi kepada peserta kegiatan, PF Pensosbud berpesan, “…kesuksesan tidak tergantung pada lokasi kelahiran ataupun tempat belajar…”, “…guru dan CLC hanya memberikan kunci, yang membuka pintu dan melangkah menaiki tangga menuju cita-cita dan kesuksesan kalian adalah kalian sediri…”

Sedangkan Ronaldo memberikan paparan wawasan kebangsaan dan bela negara diselingi dengan pemutaran berbagai bahan audio visual dan pembagian doorprize yang menarik para peserta kegiatan. Pesan Ronaldo kepada para peserta adalah untuk tetap semangat belajar sebagai bentuk ‘bela negara’, urus persuratan dan dokumentasi (akte dan paspor) sebagai bukti nasionalisme, dan agar melaporkan kepada KRI Tawau apabila melihat aktifitas peredaran narkoba di lingkungannya.

Kegiatan acara berlangsung dengan sederhana. Nampak wajah peserta riang dan bersemangat. Anista, Kelas 7, yang baru pertama kali mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka menyampaikan, “Saya senang, karena saya dapat belajar bersama, saling kenal dan menambah ilmu pengetahuan tentang survival dalam  kehidupan sehari-hari”. Hal serupa juga disampaikan oleh Hermizi bin Ruslan, kelas 8, yang menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

Sebanyak 90% murid yang bersekolah di Pusat Kegiatan Belajar Masyarat (CLC) di wilayah kerja KRI Tawau di Sabah  dilahirkan di Malaysia. Dan sebagian besar dari anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) ini tidak pernah menginjakkan kaki di Indonesia. Karena itulah, pembinaan semacam ini sangat diperlukan supaya anak-anak Indonesia dapat kenal, cinta dan mau kembali ke Indonesia.

(Joshua) MHI 

Sumber : (PPID KRI Tawau: RS-FA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s