KJRI Cape Town Kembali Turut Berpartisipasi dalam Macassar Festival 2017

                                                makam  Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani

AFRIKA SELATAN ,21 April 2017-KJRI Cape Town atas undangan dari Yayasan Nurul Latief, kembali ikut berpartisipasi dalam acara Macassar Festival yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 April 2017 di Macassar, Cape Town. Macassar Festival merupakan kegiatan setiap tahun dengan memanfaatkan Holy Easter Weekend dalam rangka mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani dalam pengasingan di Zandvliet, yang kemudian berubah nama menjadi Macassar.

Kegiatan tahunan ini dirayakan oleh ribuan warga minoritas Muslim Cape Malay Cape Town dan sekitarnya sejak ratusan tahun lalu. Macassar Festival selalu diselenggarakan di lingkungan Macassar Faure yang dipercaya sebagai lokasi makam (shrine) Syekh Yusuf.

                                         makam  Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani

Syekh Yusuf sendiri adalah Pahlawan Nasional Indonesia dan Afrika Selatan yang merupakan seorang bangsawan asal Goa, Makassar. Ia diasingkan ke Srilanka dan kemudian ke Semenanjung Harapan, tepatnya di Zandvliet oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Syekh Yusuf berada di Semenanjung Harapan sejak tahun 1694 sampai dengan meninggal dunia pada tahun 1699. Selama itu, Syekh Yusuf mempergunakan waktunya untuk mengajarkan agama Islam kepada para pekerja paksa dan tahanan politik VOC. Setelah meninggal dunia, para pengikutnya kemudian memutuskan untuk mengganti nama Zandvliet menjadi Macassar, yang mana merupakan kampung halaman Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani.

                                                        Acara Macassar Festival 2017

Pada kesempatan tersebut, Konsul Jenderal KJRI Cape Town memberikan sambutan pembukaan acara yang dilaksanakan sebelum kegiatan salat Jumat di Masjid Nurul Latief. Dalam sambutannya, Konjen RI Cape Town menyampaikan hubungan bersejarah Indonesia dan Afsel yang telah dimulai sejak pengasingan Syekh Yusuf pada tahun 1694. Para pengikut Syekh Yusuf di seluruh Cape Town telah berkembang hingga diperkirakan mendekati satu juta jiwa, yang saat ini disebut sebagai kelompok masyarakat minoritas Cape Malay. Oleh karenanya, ditegaskan bahwa warga Cape Malay dan warga Indonesia merupakan saudara jauh dari leluhur yang sama, yang sama-sama mengalami ketertindasan kolonialisasi asing.

Selain itu, KJRI Cape Town juga membuka stall yang memperkenalkan berbagai makanan khas Indonesia, seperti mie goreng, sate ayam, sate kambing, bakwan sayur, kerupuk, dan aneka sambal. Partisipasi Indonesia kali ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari para pengunjung yang hadir maupun dari pemilik stall lain yang ikut berpartisipasi dalam acara Macassar Festival 2017.​

(Ahmad) MHI 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s