Kisah Kembalinya Natasya Jadi Cermin Kepedulian Bagi Dunia Perlindungan WNI

MALAYSIA ,10 Mei 2017-Kisah kembalinya seorang gadis kecil kepada ibu kandungnya ini berawal dari bulan Mei 2015 ketika Satgas Perlindungan WNI KJRI JB menerima laporan dari seorang WNI an. Ninik Tri Hastuti yang melaporkan kerjadian penculikan terhadap kedua anaknya.

Sdri. Ninik menceritakan bahwa setelah suaminya meninggal dunia, ia terpaksa menerima pekerjaan dari pasangan suami – istri WN Malaysia di daerah Batu Berendam, Melaka. Sebagai syarat pekerjaan tersebut, Ninik diharuskan menitipkan kedua anaknya, seorang anak perempuan berusia 6 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, pada sebuah taska (tempat penitipan anak) di Melaka.

Selama bekerja pada majikan, Sdri. Ninik tidak pernah diberikan gaji dan ketiganya hidup dengan cara berpindah-pindah tempat.

Ketika sedang berada di Kuantan, Pahang, Sdri. Ninik berhasil melarikan diri dari majikan dan berniat untuk pergi ke Melaka untuk mengambil kedua anaknya. Namun, majikan telah lebih dahulu mengambil kedua anaknya dengan mengatakan kepada pemilik taska bahwa Sdri. Ninik telah pulang ke Indonesia dan tidak mengehendaki kedua  anaknya lagi.

Satgas selanjutnya melakukan pendampingan terhadap Sdri. Ninik untuk melaporkan kejadian tersebut kepada IPD Melaka Tengah. Setelah proses pencarian dan negosiasi yang panjang, anak laki-laki Sdri. Ninik bernama Adam Rendi berhasil ditemukan dan diambil dari keluarga angkatnya. Namun, anak perempuannya yang bernama Natasya Agelina belum diketahui keberadaannya hingga sampai waktu kepulangan Sdri. Ninik pada bulan Januari 2016.

Satgas terus berkoordinasi dengan pihak setempat untuk terus mencari keberadaan Natasya. Pada bulan November 2016, Satgas mendapatkan sebuah titik terang dimana mantan majikan Sdri. Ninik telah ditemukan dan pada bulan Januari 2017 diperoleh kembali sebuah kabar gembira yang menyatakan bahwa seorang anak yang diduga merupakan Natasya telah ditemukan di Terengganu.

Satgas selanjutnya bekerja sama dengan Pusat dan Instansi setempat untuk dapat mendatangkan Sdri. Ninik kembali ke Malaysia untuk proses identifikasi dan tes DNA. Pada bulan Februari terjadi pertemuan pertama Sdri. Ninik dan Natasya di Kuala Terengganu.

Pertemuan ibu dan anak yang telah terpisah selama hampir 2 tahun berlangsung cukup menegangkan dan mengharukan. Hal ini dikarenakan Natasya tidak mengingat ibu kandungnya dan telah diberikan identitas baru sehingga tidak mengenali nama Natasya. Selama polisi menjalankan penyidikan dan menunggu hasi tes DNA, Natasya dititipkan kepada Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) dan Sdri. Ninik harus kembali ke Indonesia.

Selanjutnya pada bulan Maret 2017, Satgas mendapatkan hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Ninik adalah positif ibu kandung Natasya sehingga harus datang kembali ke Malaysia untuk proses serah terima di Mahkamah Kuala Terengganu. Satgas kembali memfasilitasi dengan menghadirkan Ninik masuk kembali ke Malaysia untuk keperluan tersebut. Pada tanggal 12 April 2017 Sdri. Ninik didampingi Satgas dari Direktorat Perlindunga WNI, Kemlu tiba di Johor dan bersama Satgas melakukan perjalanan kembali ke Kuala Terengganu.

Pada 13 April 2017 bertempat di Mahkamah Majistret Kuala Terengganu, hakim memerintahkan berdasarkan bukti-bukti yang ada, diantaranya hasil DNA, agar Natasya diserahkan kepada ibu kandungnya, Sdri. Ninik Tri Hastuti. Proses eksekusi penyerahan/pengambilan Natasya berlangsung cukup menegangkan dan emosional.

Natasya sempat menangis dan menolak untuk ikut bersama Ninik dan Satgas.  Demikian pula dengan pihak keluarga asuh yang sudah terjalin hubungan emosional yang erat semasa merawat dan menjaga Natasya, mereka juga tidak dapat menerima putusan sidang dan berkeberatan untuk menyerahkan Natasya kepada ibu kandungnya .

Namun akhirnya berkat kegigihan dan kesabaran pihak JKM, IPD Melaka Tengah dan Satgas PWNI KJRI JB, maka berangsur-angsur Natasya mulai berhenti menangis serta  bersedia kembali ke Johor bersama ibu kandungnya dan Satgas . Dalam perjalanan kembali ke Johor Bahru maupun setelah tiba di Johor Bahru, Satgas dan Ninik aktif menghibur dan melakukan pendekatan guna membangun kembali keakraban ibu dan anak.

Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut dapat membuat Natasya cepat mengingat kembali dan menerima Sdri. Ninik sebagai ibu kandungnya.

Di Johor Bahru, Satgas telah  melakukan pengurusan Check-out memo (COM) dan Special Pass (SP) untuk melengkapi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang telah diterbitakan untuk Natasya. Pada hari Senin tanggal 17 April 2017, pasangan Ibu dan anak tersebut didampingi Satgas telah kembali ke Indonesia melalui jalur Stulang Laut – Batam.​

Keberhasilan penemuan anak Sdri. Ninik yang hilang, perolehan hak asuh serta pemulangan Natasya ke ibu kandungnya di Indonesia merupakan keberhasilan dari upaya yang telah dilakukan oleh segenap Satgas PWNI KJRI JB.

Kerjasama yang erat antar Satgas PWNI KJRI JB dengan aparat setempat yang sangat baik tersebut harus tetap dijaga dan ditingkatkan guna mengantisipasi penanganan kasus-kasus serupa.

Meski demikian, Satgas harap tidak terdapat lagi anak-anak WNI yang hilang / dipisahkan secara paksa dari orang tua kandungnya di masa mendatang.

(KJRIJB/MB/DSY/MW/DL) MHI 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s